Monday, July 8, 2013

Yuk Menanam Sayur Bareng-Bareng

LIHAT kebunku, penuh dengan bunga. Ada yang putih dan ada yang merah. Setiap hari kusiram semua. Mawar melati, semuanya indah!

Mencintai kegiatan berkebun tak sekadar dalam nyanyian anak-anak. Bagus Prambudi bersama teman-temannya menjadi hobi berkebun sebagai gaya hidup yang sehat. Selain keluar keringat, menambah oksigen untuk lingkungan, tentu saja, sayuran di kebun sendiri jauh lebih sehat dan higienis. Seruan mari berkebun mengalir dari mulut ke mulut, lewat SMS, media sosial Twitter, hingga BlackBerry Messanger. Setiap minggu komunitas ini melakukan kegiatan di lahan berukuran 400 meter persegi. Lahan itu milik seorang dosen, Kushendarto, di kawasan Palapa 6, Bandar Lampung.



Ada juga lomba menanam sayur, tiap anggota akan diberi satu macam sayur dan dirawat dirumah, nantinya akan dinilai kesehatan sayur, mulai dari warna, ukuran bentuk, dan bobotnya. Lahan tanam di perkotaan kini semakin sempit. Bercocok tanam di daerah perkotaan juga tak mudah untuk dilakukan, apalagi di Bandar Lampung. Ada satu wadah untuk menyalurkan hobi atau peminat bercocok tanam. Komunitas Bandar Lampung Berkebun (BDL Berkebun), berafiliasi dari Indonesia Berkebun. Kini lebih dari 400 followers di Twitter @BDLBerkebun. "Hidup saat ini sudah banyak yang tidak sehat makanannya, untuk itu kami menanam sayur sendiri, puas kami makan bareng-bareng," kata Bagus Prambudi, ketua komunitas.


Anggota komunitas rutin melakukan kegiatan tiap minggunya, mulai dari menanam, perawatan, pemberian pupuk, penyiraman hingga panen. Sayur yang ditanam, seperti kangkung, bayam, dan kol. Indonesia berkebun mensyaratkan minimal terdapat tiga orang anggota aktif dan telah melakukan tanam dan panen perdana. Sejak April lalu komunitas ini melakukan aktivitas tanam perdana. 

Mereka memakai atribut seragam warna hijau simbol pertanian dan kuning emas simbol identitas Lampung sebagai warna siger. Rudiansyah, mahasiswa Geografi Unila yang tergabung di komunitas tersebut, mengaku senang dan puas bisa ikut menanam sayur. Selain menanam berjemaah, ada ilmu yang didapat juga, seperti penjelasan dari Kushendarto. Meski rumahnya di Gisting Atas, Tanggamus, yang banyak sayur, pengalaman menanam ramai-ramai baru pertama kali ia lakukan.

Komunitas ini juga menggalakkan penggunaan pupuk organik dan pola tanam alami tanpa pestisida. Di sini para anggota juga diajakan membuat pupuk organik, bahan bakunya dari alam sisa-sisa tumbuhan yang sudah kering dan pestisida alami yang bahan bakunya juga dari alam. Kini, di lahan itu sudah ada pondokan hasil buatan anggota komunitas yang bisa digunakan untuk berdiskusi dan menyebarkan semangat dan gaya hidup sehat mari berkebun.
Reactions:

0 comments:

Post a Comment